The science of the humble penalty-kick has been debated for decades. For some, it is simple: practice makes perfect. Others, however, are just as adamant that no amount of training-ground rehearsals can prepare someone for shouldering a nation’s hopes in front of an expectant crowd.
For goalkeepers, there is an additional dilemma: to research or not to research? Those famous notes concealed in Jens Lehmann’s shinpad now have their own place in FIFA World Cup™ folklore, yet many more of the German’s counterparts have faced such situations with only their instinct guiding them.
Ini tampang timnas Inggris yang pulang kampung setelah di bantai Jerman di Piala Dunia Afrika Selatan 2010:

Gerrard, Carrick dan Rooney menuruni tangga pesawat di bandara Heathtrow
Den danske målmandslegende Peter Schmeichel er ikke tilfreds med det indtryk, som det danske landshold efterlod ved VM i Sydafrika.
Han mener, at både spillerne og landstræner Morten Olsen har fejlet under slutrunden.
»Spillerne leverede ikke varen, og set fra mit synspunkt gjorde træneren det heller ikke. På forhånd syntes jeg, at han holdt fast i de samme gamle spillere, hvoraf nogle ikke har leveret varen i et par år. Det blev dyrt for os«, siger Schmeichel til fifa.com.
Sampai saat ini pasti banyak yang belum tahu kalau tim nasional Inggris yang megah, mewah (bak Hollywood) dan penuh dengan aktor sepakbola populer dengan klub-klub besar yang bercokol di Liga Utama-nya ternyata minim prestasi.
Sepanjang sejarah Inggris hanya sekali memenangkan kejuaraan mayor, yakni Juara Piala Dunia 1966 yang diselenggarakan di negaranya dengan gol kontroversial yang dihadiahkan oleh Asisten Wasit 1 Tofik Bakharof, mengantarkan Ratu Elizabeth II memberikan Piala Jules Rimet ke Bobby Moore cs. Namun ketika menjadi tuan rumah kejuaraan Eropa 1996 Timnas Inggris gagal menyentuh final.
Selebihnya hanya mampu menjuarai kejuaraan-kejuaraan minor saja (kompetisi persahabatan mini seperti Piala Rous, England Challenge Cup, Turnamen Prancis, dan Kejuaraan Musim Panas)
Hahahaha….
Indonesia merajalela dalam dunia kicauan, dan yang paling unik adalah kembalinya Wasit Goblog sebagai trending topic (topik terhangat) yang berada hingga posisi dua.
Untuk malam ini keberadaan Wasit Goblog menjadi TT dikarenakan kesalahan wasit Jorge Larrionda (Uruguay) yang memimpin pertandingan antara Jerman melawan Inggris di perdelapan final Piala Dunia 2010 di Stadion Free State, Bloemfontein. Ketika pertandingan memasuki menit ke-38 saat kedudukan 2-1 untuk Jerman, Frank Lampard melesakkan tendangannya mengenai mistar dan jatuh di belakang garis gawang, hanya saja kejadian yang mengingatkan pertemuan kedua tim tersebut di final Piala Dunia FIFA 1966 tidak dianggap sah oleh wasit untuk menjadikan gol bagi Inggris. Hasil pertandingan sendiri berkesudahan dengan 4-1 bagi Jerman.
Berikut profil wasit Larrionda:
Jorge LARRIONDA
Posisi: Wasit catatan lengkapnya »
Olsen-Banden di Piala Dunia FIFA™: Piala Dunia Usai Sudah
ditulis tanggal:25 Juni 2010 | jam: 05:51 wib
Menyakitkan kekalahan ini, karena sejak sebelum di mulainya piala dunia Afrika Selatan 2010 ini, di Danmark berkembang kabar jikapun Danmark harus bermain dengan 10 orang pun masih akan dapat mengalahkan Jepang dengan 3-0 atau bahkan 4-0.
Sejak awal memang Danmark menguasai pertandingan ditandai dengan prosentase pertandingan Danmark menguasai 57% dengan Jepang hanya 43%, namun efektifitas Jepang berhasil mengungguli dinamit Danmark dengan 15 kali tendangan 10 diantaranya mengarah ke gawang serta hanya memiliki dua tendangan sudut sanggup menghasilkan tiga gol, sedangkan Danmark yang mampu menghasilkan 19 tendangan dengan tujuh diantaranya mengarah ke gawang serta mendapatkan tujuh tendangan sudut dan dihadiahi satu tendangan penalti hanya mampu menghasilkan satu gol. catatan lengkapnya »
Olsen-Banden di Piala Dunia FIFA™: Danmark-Japan Preview
ditulis tanggal:24 Juni 2010 | jam: 20:01 wib
The task is straightforward for Japan and Denmark on Thursday: qualify for the next round. Win, and the adventure continues. Lose, and the plane home awaits. Either way, it promises to be an historic day in Group E.
The Japanese have never reached the Round of 16 beyond their own borders. The Danes, on the other hand, have never been knocked out during the group phase in three previous appearances at the FIFA World Cup™ (in 1986, 1998 and 2002).
Gak sengaja ngubek-ngubek Youtube ehh nemu video di tahun 1990, Schmikes masih muda tinggal di Denmark (sebelum masuk Manchester United), ada Kasper Schmeichel yang sudah umur tiga tahun dah mulai sekolah. Selain itu ada adegan Bente Schmeichel terlihat lagi menyuapi Cecilia yang masih bayi.
Berikut merupakan 10 stadion terbesar yang digunakan dalam pertandingan sepakbola, kapasitas merupakan kapasitas penuh (data diurutkan berdasar kapasitas setelah di renovasi):
- Rungrado May Day Stadium

Lokasi: Pyongyang – Korea Utara (39°2′58.47″ LU – 125°46′30.79″ BT)
Kapasitas : 150.000
Dibuka : 1 Mei 1989
Pemilik : Pemerintah Korea Utara
Pengguna : Tim Nasional Korea Utara
catatan lengkapnya »
Just for fun notes from NewsBiscuit (the news before it happen)
North Korea’s official press agency has confirmed that the country’s leader Kim Jong Il scored three times to beat Portugal in their second victory of the 2010 World Cup.
The Central News Agency say despite western reports to the contrary, the Secretary of the Korean Workers Party scored his first having dispossessed Ronaldo and dribbled around the entire Portugal squad, before hitting two magnificent 35 yard volleys in the second half.